Aceh – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menaruh perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya ruas dari arah Kota Canai menuju Blangkejeren hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara, pascabencana longsor dan banjir bandang yang kembali terjadi 3 Januari 2026 lalu. Ruas ini merupakan jalur logistik strategis yang menghubungkan Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Sumatera Utara.
Menteri Dody menyampaikan bahwa akses jalan yang sebelumnya terputus kini berangsur pulih dan kembali dapat dilalui kendaraan. Terbukanya jalur ini sangat berarti bagi masyarakat karena menjadi akses utama distribusi logistik dan kebutuhan pokok di wilayah Aceh bagian tengah.
“Mulai lancar sejak hari Kamis, meskipun masih kendaraan terbatas. Tapi pagi ini (10/1/2026) hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga aset logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kota Canai menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues,” kata Menteri Dody usai Rakor Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Menteri Dody juga menyampaikan bahwa dirinya sempat secara langsung meninjau ruas tersebut di Blangkejeren saat jalur masih terputus. Menurut Menteri Dody, kondisi di bagian hulu sungai perlu mendapat penanganan khusus agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Saya sengaja datang ke Blangkejeren untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Dari situ saya baru benar-benar menyadari bahwa persoalan utamanya berada di wilayah hulu, sehingga perlu dilakukan perbaikan-perbaikan khusus, salah satunya pembangunan cekdam dan sabo dam,” tutur Menteri Dody.
Penanganan ruas Jalan Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara telah dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa excavator dan wheel loader untuk mempercepat pembersihan material longsor.
Secara bertahap, sebagian besar ruas strategis di lintas tengah Aceh kini telah kembali terhubung, baik secara permanen maupun melalui penanganan darurat seperti pemasangan Jembatan Bailey dan pengalihan ke jalur alternatif. Pembukaan akses ini menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.
Adapun ruas – ruas jalan nasional di wilayah Aceh bagian tengah yang telah terhubung antara lain ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah, Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram, Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren, dan Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga Batas Provinsi Sumatera Utara. (Tri)
Source Artikel: www.pu.go.id

